
Misteri Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS di Jakarta Pusat (Ilustrasi: Freepik)
Wartamascom — Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I. Dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekati korban, lalu menyiramkan cairan yang diduga air keras sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh, terutama pada tangan dan kaki. Cairan tersebut juga mengenai bagian mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Insiden itu terjadi sesaat setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas isu militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Angga Raka Prabowo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Pemerintah mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap warga negara.
“Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kami mengecam keras setiap tindakan kekerasan terhadap siapa pun,” ujar Angga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan.
Pemerintah juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas agar pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.
