Nasional
Home » AI Masuk Puskesmas! Bidan Kini Bisa Tahu Risiko Kehamilan Lebih Cepat

AI Masuk Puskesmas! Bidan Kini Bisa Tahu Risiko Kehamilan Lebih Cepat

ai puskesmasWartamascom – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai masuk ke layanan kesehatan dasar di Indonesia. Sejumlah puskesmas kini mulai menguji penggunaan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan AI prediktif untuk membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu hamil secara lebih cepat dan akurat.

Inovasi ini memungkinkan bidan membaca data kesehatan dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) hanya dengan memotret halaman buku tersebut menggunakan ponsel. Sistem kemudian secara otomatis mengekstrak tulisan yang ada di buku dan mengubahnya menjadi data digital yang dapat dianalisis lebih lanjut.

Selama ini, data dalam Buku KIA biasanya dicatat secara manual oleh bidan, lalu harus dimasukkan kembali ke sistem digital. Proses tersebut memerlukan waktu tambahan, terutama di tengah padatnya layanan kesehatan di puskesmas.

Melalui teknologi OCR, proses tersebut menjadi lebih sederhana. Bidan cukup memotret halaman Buku KIA, dan sistem akan membaca tulisan pada gambar lalu mengubahnya menjadi data yang tersimpan di dalam sistem.

Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan AI prediktif yang mampu mengenali pola dari berbagai informasi kesehatan, seperti riwayat pemeriksaan, tekanan darah, maupun catatan kondisi kehamilan. Hasil analisis ini dapat memberikan indikasi awal mengenai potensi risiko kesehatan pada ibu hamil.

Import Mahal, Proyek Strategis Nasional Mulai Goyang?

Meski demikian, hasil dari sistem AI ini bukan merupakan diagnosis medis. Teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi ibu hamil yang mungkin membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Dalam praktiknya, sistem ini dapat membantu bidan menentukan pasien yang perlu mendapatkan pemantauan lebih intensif, pemeriksaan tambahan, atau rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Uji coba teknologi ini mulai dilakukan pada awal Maret 2026 melalui pelatihan terhadap 40 bidan desa dari empat puskesmas di dua provinsi. Di Nusa Tenggara Barat, pelatihan melibatkan bidan dari Puskesmas Montong Betok dan Puskesmas Narmada di Pulau Lombok. Sementara di Jawa Barat, kegiatan serupa diikuti oleh bidan dari Puskesmas Karangpawitan dan Puskesmas Cibatu di Kabupaten Garut.

Dalam pelatihan tersebut, para bidan tidak hanya diperkenalkan pada cara penggunaan aplikasi, tetapi juga dilatih untuk memverifikasi hasil pembacaan OCR guna memastikan keakuratan data yang masuk ke dalam sistem.

Ketelitian dalam proses verifikasi menjadi penting karena kesalahan data kesehatan dapat berpengaruh pada keputusan medis yang diambil. Oleh karena itu, meskipun teknologi AI membantu proses analisis data, peran tenaga kesehatan tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas layanan.

Kecelakaan Kereta di Bekasi Tewaskan 14 Orang

Program ini merupakan bagian dari inisiatif KONEKSI AI in Healthcare yang dipimpin oleh Summit Institute for Development sejak 2024. Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan, khususnya di tingkat pelayanan dasar.

Inisiatif ini mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia melalui skema Flourish Funding dalam Dana Hibah KONEKSI, setelah melalui proses seleksi yang menilai inovasi teknologi, relevansi dengan kebijakan kesehatan Indonesia, serta potensi dampaknya di lapangan.

Uji coba yang dilakukan di empat puskesmas tersebut menjadi tahap awal untuk melihat efektivitas sistem dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari. Hasil dari implementasi ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum teknologi tersebut diperluas ke wilayah lain.

× Advertisement
× Advertisement