Wartamas.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi jalan di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu menghadirkan pendekatan yang lebih proaktif dalam mencegah kecelakaan, bukan sekadar merespons setelah insiden terjadi.
Dalam forum sosialisasi penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) yang melibatkan regulator, pelaku usaha transportasi, dan penyedia teknologi di Medan, penerapan AI, telematika, serta analitik data disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya keselamatan di sektor transportasi darat.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah sistem safety intelligence yang mengintegrasikan teknologi pemantauan pengemudi berbasis AI dan sistem bantuan berkendara untuk mendeteksi potensi risiko secara dini. Teknologi ini memungkinkan identifikasi perilaku berisiko seperti kelelahan, distraksi, hingga pelanggaran keselamatan secara real-time.
Data kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi di Indonesia memperkuat urgensi transformasi ini. Dengan dominasi faktor manusia dalam sebagian besar insiden, penggunaan teknologi dinilai dapat menjadi lapisan pengawasan tambahan untuk menekan angka kecelakaan.
Penerapan AI di sektor transportasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.
