Wartamas.com – NTT DATA memperluas kemitraannya dengan Google Cloud untuk mempercepat penerapan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan menargetkan pengembangan hingga 500 AI agent yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari sektor perbankan, asuransi, manufaktur, hingga ritel.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perusahaan beralih dari tahap uji coba AI menuju implementasi berskala besar. Dengan memanfaatkan Gemini Enterprise dari Google Cloud, NTT DATA akan membantu pelanggan mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis inti guna meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan pengalaman pelanggan.
Sebagai bagian dari kerja sama yang diperluas, NTT DATA juga akan membentuk unit layanan khusus Gemini Enterprise di tingkat global. Unit ini akan didukung program pelatihan dan sertifikasi dengan target mencetak 5.000 ahli Gemini Enterprise bersertifikasi di seluruh dunia.
CEO dan Chief AI Officer NTT DATA Inc., Abhijit Dubey, mengatakan banyak perusahaan saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih praktis untuk memperluas adopsi AI sekaligus memastikan tata kelola dan keamanan yang memadai.
“Perusahaan membutuhkan cara yang praktis untuk memperluas adopsi AI, memperkuat tata kelola, meningkatkan kesiapan tenaga kerja, dan menghasilkan nilai bisnis yang terukur,” ujar Dubey dalam keterangan resmi, Kamis (12/6).
Menurutnya, kolaborasi dengan Google Cloud akan membantu pelanggan melampaui tahap eksperimen dan mengintegrasikan AI ke dalam operasional perusahaan secara lebih efektif.
Sementara itu, President and Chief Revenue Officer Google Cloud, Matt Renner, menilai permintaan terhadap AI agent yang mampu mengotomatisasi dan mentransformasi alur kerja bisnis terus meningkat. Ia menyebut kombinasi teknologi Google Cloud dan kemampuan implementasi NTT DATA akan mempercepat adopsi AI di berbagai sektor industri.
Selain pengembangan AI agent, kerja sama ini juga mencakup pembentukan tim terpadu yang terdiri dari insinyur Google Cloud dan pakar NTT DATA. Tim tersebut akan bekerja langsung bersama pelanggan untuk mengembangkan solusi, melakukan implementasi, hingga menangani tantangan teknis secara real time.
Fokus implementasi AI akan mencakup berbagai fungsi bisnis seperti pemasaran, pengadaan, keuangan, pengembangan perangkat lunak, hingga migrasi cloud. Di sektor industri, teknologi ini diharapkan dapat membantu transformasi proses bisnis di perbankan, asuransi, manufaktur, dan ritel.
NTT DATA dan Google Cloud juga menekankan aspek keamanan, kepatuhan regulasi, serta konsep sovereign AI dalam pengembangan solusi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memenuhi kebutuhan terkait lokasi penyimpanan data dan regulasi yang berlaku di masing-masing wilayah.
Berdasarkan survei terbaru NTT DATA, sebanyak 99 persen perusahaan mengaku AI mendorong peningkatan kebutuhan investasi cloud. Namun, 88 persen responden menilai investasi cloud yang ada saat ini masih berpotensi menghambat inisiatif AI dan modernisasi teknologi.
Melalui kemitraan yang diperluas ini, NTT DATA dan Google Cloud berharap dapat menjembatani kesenjangan antara ambisi perusahaan dalam mengadopsi AI dan kesiapan infrastruktur cloud yang dibutuhkan untuk mewujudkannya dalam skala besar.
