Techno
Home » TikTok Masuki Fase Jenuh? Views dan Engagement Dilaporkan Turun Tajam di 2026

TikTok Masuki Fase Jenuh? Views dan Engagement Dilaporkan Turun Tajam di 2026

TikTok memasuki fase kejenuhan konten menurut Studi TikTok 2026 dari Metricool, dengan penurunan views, jangkauan, dan engagement meski volume konten meningkat, sementara strategi berbasis hashtag dan interaksi menjadi kunci performa.

Platform manajemen media sosial global Metricool merilis Studi TikTok 2026 yang menganalisis lebih dari 2,3 juta unggahan dari 92.000 akun di seluruh dunia. Laporan tersebut menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam ekosistem TikTok, di mana lonjakan volume konten tidak lagi sejalan dengan peningkatan performa tiap unggahan.

Studi itu menyebut TikTok mulai memasuki fase kejenuhan konten. Dibanding tahun sebelumnya, rata-rata tayangan video dilaporkan turun 31,30 persen, jangkauan menurun 28,73 persen, dan tingkat interaksi anjlok 31,17 persen.

Meski demikian, laporan yang sama menegaskan bahwa TikTok masih menunjukkan dinamika pertumbuhan pengguna. Sekitar 16,47 persen akun berhasil naik ke kategori jumlah pengikut yang lebih tinggi dalam satu tahun terakhir, mengungguli sejumlah platform besar lain seperti Instagram, YouTube, dan Facebook.

Dari sisi produksi konten, terjadi lonjakan signifikan dalam volume unggahan. Jumlah video meningkat 72,10 persen, sementara konten gambar atau carousel naik hampir 140 persen. Kondisi ini memperketat persaingan dalam perebutan perhatian pengguna.

Lisa BLACKPINK Jadi Sorotan Dunia Lewat Lagu Piala Dunia 2026

Distribusi konten masih didominasi For You Page (FYP), yang menyumbang 72,70 persen dari total tayangan video. Di sisi lain, trafik berbasis hashtag tercatat naik 114 persen secara tahunan, menandakan meningkatnya peran hashtag dalam membantu penemuan konten. Postingan dengan hashtag juga dilaporkan menghasilkan hampir 5 persen lebih banyak views dan lebih dari 9 persen peningkatan interaksi.

Dari segi format, video tetap menjadi jenis konten paling efektif di TikTok, dengan jangkauan lima kali lipat dan interaksi enam kali lipat dibandingkan format gambar atau carousel.

Studi tersebut juga menemukan bahwa konten berbentuk pertanyaan dapat meningkatkan jumlah komentar hingga 26,19 persen. Selain itu, 96 persen jangkauan dan hampir 98 persen interaksi terjadi dalam 10 hari pertama setelah unggahan.

Waktu unggah turut berpengaruh terhadap performa. Rentang pukul 18.00 hingga 21.00 disebut sebagai periode paling optimal, dengan puncak performa pada sekitar pukul 20.00.

Meski rata-rata performa menurun, laporan ini menyimpulkan bahwa TikTok masih menjadi salah satu platform tercepat untuk pertumbuhan audiens. Namun, strategi berbasis volume dinilai tidak lagi efektif, sehingga kreator dan brand perlu lebih presisi dalam penggunaan hashtag, mendorong interaksi, serta memilih waktu unggah yang tepat.

Import Mahal, Proyek Strategis Nasional Mulai Goyang?

 

× Advertisement
× Advertisement