
Son Heung-min dari Korea Selatan bereaksi setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Republik Ceko [Daniel Becerril/Reuters]
Tiga kartu merah langsung warnai laga pembuka
Sorotan utama tertuju pada banyaknya kartu merah yang dikeluarkan wasit. Dalam laga Meksiko kontra Afrika Selatan yang berakhir 2-0, tiga pemain diusir keluar lapangan: Yaya Sithole, Themba Zwane, dan César Montes.
Jumlah tersebut hampir menyamai total kartu merah pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya—Rusia 2018 dan Qatar 2022—yang hanya mencatat empat kartu merah sepanjang turnamen.
Insiden ini memunculkan kekhawatiran bahwa turnamen kali ini bisa menjadi salah satu yang paling keras dalam sejarah Piala Dunia, mendekati rekor 28 kartu merah di Piala Dunia 2006.
VAR kembali menuai kontroversi
Keputusan wasit yang melibatkan Video Assistant Referee (VAR) juga menjadi perdebatan. Kartu merah untuk Themba Zwane diberikan setelah tinjauan ulang di monitor pinggir lapangan, meski tayangan ulang menunjukkan kontak yang tidak sepenuhnya jelas.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, menilai keputusan tersebut terlalu keras dan menyebut pemainnya tidak melakukan pelanggaran yang layak diganjar kartu merah.
Kontroversi ini kembali menghidupkan perdebatan lama mengenai peran VAR dalam mengganggu alur dan interpretasi pertandingan.
Jeda hidrasi dikritik
Untuk pertama kalinya, FIFA menerapkan jeda hidrasi wajib satu kali di setiap babak. Kebijakan ini menuai kritik dari pemain, pelatih, hingga penonton.
Sejumlah siaran televisi bahkan menayangkan iklan saat jeda berlangsung, menyebabkan sebagian penonton kehilangan momen pertandingan secara langsung.
Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menilai kebijakan ini hanya relevan dalam kondisi ekstrem dan tidak selalu diperlukan dalam setiap pertandingan.
Korea Selatan bangkit, Son Heung-min gagal cetak gol
Di laga lain, Korea Selatan berhasil mengalahkan Ceko 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Meski bintang utama Son Heung-min tampil dominan dalam menciptakan peluang, ia gagal mencetak gol. Dua gol kemenangan Korea Selatan masing-masing dicetak oleh Oh Hyeon-gyu dan Hwang In-beom melalui aksi comeback di babak kedua.
Duel gaya permainan
Pertandingan Korea Selatan kontra Ceko memperlihatkan perbedaan gaya bermain yang kontras. Korea Selatan tampil dengan pendekatan penguasaan bola dan permainan kombinasi cepat, sementara Ceko mengandalkan bola panjang dan kekuatan fisik.
Dominasi penguasaan bola akhirnya menjadi pembeda yang membawa Korea Selatan meraih kemenangan dramatis.
Hari pertama Piala Dunia 2026 pun ditutup dengan berbagai catatan penting: kontroversi VAR, kebijakan baru yang diperdebatkan, serta pertandingan penuh drama yang menandai awal turnamen panjang di Amerika Utara. (Al Jazeera)
