Wartamascom – Harga bahan bakar yang terus berubah membuat banyak pengendara mencari cara agar lebih hemat BBM. Namun menurut pembalap nasional Rifat Sungkar, konsumsi bahan bakar yang boros bukan semata-mata karena jenis kendaraan, melainkan dipengaruhi oleh kondisi mobil dan gaya berkendara.
Dalam sebuah wawancara di Jakarta, Rifat mengungkapkan ada beberapa penyebab utama yang sering tidak disadari pengemudi. Berikut penjelasannya.
1. Kondisi Mesin Tidak Optimal
Salah satu faktor utama penyebab BBM boros adalah kondisi mesin yang tidak prima. Mesin yang jarang diservis atau tidak dirawat dengan baik akan bekerja lebih berat dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.
Perawatan seperti mengganti oli secara rutin, membersihkan injektor, serta memastikan filter bahan bakar dan busi dalam kondisi baik sangat penting untuk menjaga efisiensi mesin.
2. Gaya Berkendara Agresif
Banyak pengemudi tidak sadar bahwa cara mengemudi sangat berpengaruh pada konsumsi BBM. Gaya berkendara agresif seperti sering melakukan akselerasi mendadak (gas) dan pengereman tiba-tiba (rem) dapat membuat bahan bakar cepat habis.
Mengemudi dengan halus dan menjaga jarak aman terbukti lebih efisien dan juga meningkatkan keselamatan.
3. RPM Terlalu Tinggi
Menjaga putaran mesin (RPM) tetap stabil dan tidak terlalu tinggi merupakan kunci penting dalam menghemat BBM. Semakin tinggi RPM, semakin besar energi yang digunakan, sehingga konsumsi bahan bakar ikut meningkat.
Idealnya, pengemudi menjaga kecepatan stabil dengan RPM serendah mungkin tanpa mengorbankan performa.
4. Salah Penggunaan Gigi (Mobil Manual)
Untuk pengguna mobil manual, penggunaan gigi yang tidak tepat sering menjadi penyebab pemborosan BBM. Menahan gigi rendah pada RPM tinggi akan membuat mesin bekerja lebih keras.
Sebaliknya, gunakan gigi yang lebih tinggi saat kecepatan sudah mencukupi agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
5. Mindset Berkendara yang Keliru
Menurut Rifat Sungkar, banyak orang masih berpikir bahwa berkendara harus selalu bertenaga dan cepat. Padahal, efisiensi BBM justru dicapai dengan mengorbankan sedikit performa demi konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Mengubah pola pikir menjadi lebih bijak dalam menggunakan energi adalah langkah penting untuk jangka panjang.
Hemat BBM tidak selalu harus mengganti kendaraan. Dengan perawatan mesin yang tepat dan gaya berkendara yang lebih halus, efisiensi bahan bakar bisa ditingkatkan secara signifikan.
Tips dari Rifat Sungkar ini membuktikan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan berkendara dapat memberikan dampak besar, baik untuk pengeluaran harian maupun keberlanjutan energi.
