Techno
Home » Krisis Pasokan RAM Picu Spekulasi Penggunaan Chip Rekondisi di Ponsel Baru

Krisis Pasokan RAM Picu Spekulasi Penggunaan Chip Rekondisi di Ponsel Baru

Krisis pasokan DRAM dan NAND akibat lonjakan kebutuhan AI memicu spekulasi penggunaan chip rekondisi pada smartphone baru. Simak fakta dan analisis industrinya.

Krisis pasokan DRAM dan NAND akibat lonjakan kebutuhan AI memicu spekulasi penggunaan chip rekondisi pada smartphone baru. Simak fakta dan analisis industrinya.

Wartamas.com – Industri smartphone global tengah menghadapi tekanan baru di tengah krisis pasokan komponen semikonduktor, khususnya memori DRAM dan NAND. Lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data berskala besar disebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi ketersediaan dan harga komponen tersebut di pasar global.

Di tengah kondisi tersebut, muncul spekulasi bahwa sejumlah produsen ponsel diduga mulai mempertimbangkan penggunaan chip memori rekondisi (refurbished) pada perangkat baru untuk menjaga kelangsungan produksi. Informasi ini beredar melalui laporan sejumlah pengamat industri dan tipster teknologi, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak produsen maupun pemasok semikonduktor.

Menurut isu yang beredar, keterbatasan pasokan membuat sebagian produsen kesulitan memperoleh komponen memori baru dalam jumlah yang cukup, terutama untuk lini produk dengan volume produksi tinggi. Hal ini mendorong munculnya opsi alternatif, termasuk penggunaan komponen yang telah melalui proses pengujian ulang atau rekondisi.

Indonesia Masih Krisis Talenta Digital Hingga 2030

Namun demikian, para pelaku industri menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti publik yang mengonfirmasi penerapan praktik tersebut secara luas pada perangkat baru, khususnya di segmen smartphone kelas menengah hingga flagship.

Secara teknis, chip memori seperti DRAM dan NAND memang dapat diuji ulang dan digunakan kembali dalam rantai pasok sekunder. Proses ini umumnya dilakukan untuk pasar tertentu atau perangkat dengan spesifikasi dan biaya lebih rendah. Meski demikian, penggunaan komponen rekondisi pada perangkat baru masih menjadi isu sensitif karena menyangkut persepsi konsumen terhadap kualitas dan daya tahan produk.

Pengamat industri menilai, jika tekanan pada rantai pasok terus berlanjut, produsen perangkat kemungkinan akan dihadapkan pada dilema antara menjaga stabilitas harga atau mempertahankan standar komponen sepenuhnya baru. Hingga saat ini, isu penggunaan chip rekondisi pada ponsel baru masih berada pada tahap spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. (PhoneArena)

× Advertisement
× Advertisement