Kemenperin Dorong Pengurangan Plastik, Kemasan Kertas Jadi Alternatif Utama
Wartamas.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengurangan penggunaan plastik di sektor industri dengan memperluas pemanfaatan kemasan berbasis kertas atau karton. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kemasan kertas saat ini sudah semakin kompetitif dan banyak digunakan, terutama pada industri makanan dan minuman.
“Kemasan kertas sudah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman. Kami tetap berkomitmen mempercepat pengembangan bahan kemasan alternatif melalui skema business matching antara produsen dan pengguna,” ujar Agus dikutip dari IDNFinancial, Selasa (28/4).
Ia menjelaskan, saat ini kemasan berbasis kertas menyumbang sekitar 28 persen dari total penggunaan kemasan di industri makanan dan minuman nasional.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa penggunaan kemasan aseptik berbasis kertas sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong industri yang lebih berkelanjutan.
Dari sisi, Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, menilai pengembangan kemasan alternatif penting untuk menjaga daya saing industri nasional.
“Divisi manufaktur harus meningkatkan efisiensi agar tetap kompetitif, sementara pengadaan perlu memperluas sumber pasokan,” kata Adhi.
Ia juga menyebutkan bahwa berbagai kegiatan seperti kunjungan lapangan dan lokakarya dilakukan untuk mencari solusi kemasan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Direktur Minuman, Produk Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, menambahkan bahwa inovasi kemasan berkelanjutan menjadi kebutuhan industri ke depan.
Menurutnya, meskipun biaya kemasan aseptik berbasis kertas tidak bisa langsung dibandingkan dengan plastik, secara total biaya dapat menjadi setara karena tidak memerlukan rantai dingin (cold chain) dan bahan bakunya relatif stabil.
Data Kemenperin mencatat, permintaan nasional untuk kemasan aseptik mencapai sekitar 8,3 miliar unit per tahun, dengan hampir separuhnya berasal dari produk susu dan olahan susu. Kapasitas produksi dalam negeri pun disebut telah mencukupi bahkan melebihi kebutuhan nasional.
Ke depan, Kemenperin berkomitmen melanjutkan transformasi industri melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif, modernisasi teknologi, dan penguatan prinsip keberlanjutan dengan mendorong penggunaan kemasan berbasis kertas sebagai pengganti plastik.
