Wartamas.com – CEO Amazon Andy Jassy menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan “peluang sekali seumur hidup” yang akan mengubah hampir seluruh pengalaman pelanggan di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Jassy dalam surat tahunan kepada pemegang saham serta tulisan blog yang menyertainya. Dalam pernyataannya, ia menguraikan enam pandangan utama terkait perkembangan dan dampak AI bagi bisnis, khususnya di Amazon.
Menurut Jassy, adopsi AI terjadi jauh lebih cepat dibandingkan teknologi sebelumnya. Ia menilai perkembangan ini bahkan melampaui laju adopsi listrik pada era Thomas Edison di akhir abad ke-19.
“AI akan mengubah setiap pengalaman pelanggan dan menciptakan banyak pengalaman baru yang sebelumnya tidak mungkin,” ujarnya dikutip dari TechRadar.
Jassy juga menepis anggapan bahwa perkembangan AI saat ini berlebihan atau sekadar gelembung teknologi. Ia menegaskan bahwa AI bagi Amazon justru menawarkan potensi keuntungan yang signifikan.
Dalam paparannya, Jassy menyoroti peran Amazon Web Services (AWS) sebagai pendorong utama pertumbuhan AI di perusahaan. Ia mengungkapkan bahwa bisnis AI AWS telah mencapai laju pendapatan tahunan lebih dari 15 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026 dan terus meningkat.
Meski demikian, ia mengakui masih adanya keterbatasan kapasitas infrastruktur, terutama dalam memenuhi tingginya permintaan komputasi untuk kebutuhan AI.
Selain itu, Jassy menekankan pentingnya pengembangan chip internal Amazon seperti Trainium sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada produsen eksternal seperti Nvidia. Menurutnya, langkah ini dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperkuat posisi kompetitif perusahaan.
Di sisi lain, Jassy menjelaskan bahwa pertumbuhan AWS membutuhkan investasi besar di awal, termasuk pada infrastruktur seperti pusat data, jaringan, dan perangkat keras. Namun, strategi tersebut dinilai penting untuk mempercepat ekspansi jangka panjang.
Menutup pernyataannya, Jassy menyebut AI sebagai momentum besar yang jarang terjadi dalam sejarah teknologi. “Pertumbuhan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan potensi ke depan bahkan lebih besar,” katanya.
Ia juga mengungkapkan adanya sejumlah kerja sama besar, termasuk dengan OpenAI, serta kesepakatan lain yang masih dalam proses.
