Ekbis
Home » ASI Lancar Tak Cukup “Katanya”, Mom Uung Kini Naik Kelas ke Standar OHT BPOM

ASI Lancar Tak Cukup “Katanya”, Mom Uung Kini Naik Kelas ke Standar OHT BPOM

Mom Uung menghadirkan ASI booster berstandar OHT untuk menjawab kebutuhan ibu modern yang semakin kritis terhadap keamanan, kandungan, dan bukti ilmiah produk menyusui.Mom Uung menghadirkan ASI booster berstandar OHT untuk menjawab kebutuhan ibu modern yang semakin kritis terhadap keamanan, kandungan, dan bukti ilmiah produk menyusui.

Wartamas.com — Meningkatnya kesadaran dan sikap kritis konsumen, khususnya para ibu muda, mendorong Mom Uung menghadirkan produk ASI booster dengan standar Obat Herbal Terstandar (OHT). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan produk herbal yang telah melalui pengujian ilmiah dan klinis.

Uung Victoria Finky, Founder Mom Uung mengatakan bahwa saat ini para ibu tidak lagi hanya percaya pada klaim pemasaran, tetapi juga ingin memahami kandungan, keamanan, hingga efektivitas produk yang dikonsumsi selama masa menyusui.

“Sekarang akses edukasi sudah sangat luas. Ibu-ibu, terutama generasi Gen Z, semakin kritis. Mereka ingin tahu apa yang diminum, komposisinya apa, dan apakah klaim produknya benar-benar terbukti,” ujarnya.

Menurutnya, proses mendapatkan standar OHT bukan hal instan. Mom Uung mengaku telah memulai tahapan riset dan pengujian sejak 2021 hingga akhirnya berhasil memperoleh standar tersebut.

Lisa BLACKPINK Jadi Sorotan Dunia Lewat Lagu Piala Dunia 2026

“Prosesnya cukup panjang, banyak trial and error di sisi teknis penelitian. Tapi ini menjadi bentuk tanggung jawab kami agar apa yang kami komunikasikan ke konsumen memang sesuai dengan hasil uji,” katanya.

Standar OHT sendiri masih tergolong langka di industri herbal Indonesia. Dari puluhan ribu produk jamu yang beredar, hanya sebagian kecil yang berhasil memperoleh sertifikasi tersebut.

Mom Uung menilai kehadiran standar OHT menjadi penting karena memberikan dasar evidence base yang lebih kuat dibanding produk herbal biasa. Hal ini juga dinilai membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap manfaat ASI booster.

Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A., menjelaskan bahwa produk dengan standar OHT lebih mudah direkomendasikan kepada pasien karena telah memiliki data ilmiah yang jelas.

“Kalau produk yang belum teruji biasanya hanya berdasarkan pengalaman atau testimoni. Tapi kalau OHT ada data klinisnya. Misalnya ada peningkatan produksi ASI hingga sekitar 150 ml per hari. Itu lebih meyakinkan,” ujar dr. Ian.

Import Mahal, Proyek Strategis Nasional Mulai Goyang?

Selain membantu meningkatkan produksi ASI, penelitian terbaru juga disebut menunjukkan adanya peningkatan kandungan lemak baik seperti AA dan DHA serta protein dalam ASI ibu yang mengonsumsi produk tersebut.

Mom Uung menegaskan, transformasi dari jamu menjadi OHT tidak disertai perubahan formula. Formula yang digunakan tetap sama, namun kini manfaatnya telah teruji secara ilmiah. “Ini bukan sekadar soal bisnis atau klaim produk. Kami ingin ikut mendukung ibu menyusui dan membantu menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan,” tutupnya.

× Advertisement
× Advertisement