Islam
Home » Lailatul Qadar Dirahasiakan, Ini Hikmah Besar di Baliknya

Lailatul Qadar Dirahasiakan, Ini Hikmah Besar di Baliknya

Manusia Pilihan Akhir Zaman: Tak Selalu Tampak Mengaji, Namun Hidupnya Sarat Makna

Lailatul Qadar Dirahasiakan, Ini Hikmah Besar di Baliknya (Ilustrasi: Freepik)

Wartamascom – Bulan Ramadan selalu menghadirkan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Di antara berbagai keutamaan yang ada, salah satu yang paling dinantikan adalah datangnya Lailatul Qadar. Malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan ini diyakini memiliki kemuliaan luar biasa bagi siapa pun yang menghidupkannya dengan ibadah.

Dalam Surah Al-Qadr, Allah SWT menegaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat tinggi. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut disebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh ketika Ramadan memasuki sepuluh malam terakhir.

Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Talqis Nurdianto, Lc., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan salah satu karunia terbesar yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Malam tersebut menjadi kesempatan luar biasa bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala berlipat ganda.

“Allah SWT secara langsung menyebutkan dalam Surah Al-Qadr bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam itu nilainya bisa melampaui puluhan tahun ibadah. Karena itu umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT,” ujar Talqis.

Meski memiliki keutamaan yang sangat besar, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak pernah disebutkan secara jelas. Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa malam tersebut dapat ditemukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Lisa BLACKPINK Jadi Sorotan Dunia Lewat Lagu Piala Dunia 2026

Talqis menjelaskan bahwa ketidakpastian waktu tersebut bukan tanpa alasan. Justru di situlah terdapat hikmah besar yang menjadi bagian dari pendidikan spiritual bagi umat Islam.

“Para ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar bertujuan agar umat Islam tidak hanya fokus beribadah pada satu malam saja. Jika tanggalnya diketahui secara pasti, bisa jadi sebagian orang hanya akan beribadah pada malam itu dan mengabaikan malam lainnya,” jelasnya.

Dengan dirahasiakannya waktu tersebut, umat Islam didorong untuk menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Hal ini membuat semangat ibadah menjadi lebih konsisten dan tidak bergantung pada satu momentum tertentu saja.

Selain itu, beberapa riwayat hadis juga menyebutkan adanya tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan datangnya Lailatul Qadar. Di antaranya adalah suasana malam yang terasa sangat tenang dan menenteramkan, udara yang sejuk, serta kondisi yang tidak terlalu panas maupun dingin.

“Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar menghadirkan ketenangan bagi orang-orang yang beribadah. Bahkan pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Namun tanda-tanda ini tidak dapat dijadikan patokan mutlak,” kata Talqis.

INDODAX Ungkap Bahaya Pinjol dan Solusi Investasi Rutin

Menurutnya, yang paling penting bukanlah menunggu atau mencari tanda-tanda tersebut, melainkan memperbanyak ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Setiap malam pada periode itu memiliki potensi menjadi Lailatul Qadar.

Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan refleksi spiritual. Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Talqis menambahkan bahwa kesungguhan dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan bentuk keseriusan seorang muslim dalam mencari keberkahan Lailatul Qadar. Semangat ini juga pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang memperbanyak ibadah ketika memasuki akhir Ramadan.

“Rasulullah SAW bahkan menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih intens dibandingkan hari-hari sebelumnya. Beliau juga menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar,” ujarnya.

Dengan demikian, dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar justru menjadi bentuk hikmah yang mendorong umat Islam untuk lebih tekun dan istiqamah dalam beribadah. Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak doa, memperdalam spiritualitas, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Meningkatkan Standar Keamanan di Era Serangan Siber Berbasis AI

Melalui kesungguhan tersebut, setiap muslim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih keberkahan malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

× Advertisement
× Advertisement