Tesla dan Hyundai Kritik Rencana Pajak Jalan EV, Nilai Pemilik Mobil Listrik Bisa Bayar Lebih Mahal
Wartamas.com – Rencana pemerintah New South Wales (NSW), Australia, untuk menerapkan pajak penggunaan jalan bagi mobil listrik (electric vehicle/EV) mendapat penolakan dari dua produsen otomotif besar, Tesla dan Hyundai. Keduanya menilai kebijakan tersebut berpotensi menciptakan ketidakadilan karena pemilik kendaraan listrik justru bisa membayar pajak lebih tinggi dibandingkan pengguna mobil hybrid yang masih menghasilkan emisi.
Pemerintah NSW saat ini tengah melakukan penyelidikan parlemen terkait rencana penerapan road user charge (RUC) bagi kendaraan listrik. Kebijakan ini dirancang untuk menggantikan potensi berkurangnya penerimaan negara dari cukai bahan bakar seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik di jalan raya.
Namun, Tesla dan Hyundai menilai skema tersebut belum mencerminkan prinsip keadilan dalam perpajakan kendaraan.
Tesla, yang menjadi salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik, mengatakan bahwa kendaraan EV sebenarnya sudah memberikan kontribusi kepada pemerintah melalui berbagai pungutan, seperti pajak pembelian kendaraan, biaya registrasi, asuransi, dan pajak lainnya.
Dalam pengajuannya kepada penyelidikan parlemen NSW, Tesla membandingkan beban pajak kendaraan listrik dengan Toyota Yaris Hybrid. Kendaraan hybrid tersebut memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 3,3 liter per 100 kilometer. Berdasarkan rata-rata jarak tempuh kendaraan di Australia, Tesla memperkirakan Yaris Hybrid menyumbang sekitar 249 dolar Australia per tahun melalui GST bahan bakar dan cukai bahan bakar.
Menurut Tesla, agar kendaraan listrik dengan ukuran serupa memberikan kontribusi pajak yang setara, tarif biaya penggunaan jalan seharusnya berada di sekitar 1,62 sen per kilometer.
Tesla memperingatkan bahwa jika tarif RUC ditetapkan lebih tinggi dari angka tersebut, kendaraan listrik justru akan membayar lebih besar dibandingkan kendaraan hybrid yang masih menggunakan bahan bakar.
Dengan tarif yang diusulkan pemerintah NSW sebesar sekitar 2,97 sen per kilometer, Tesla menghitung pengemudi EV akan membayar sekitar 148,87 dolar Australia lebih banyak per tahun dibandingkan pengemudi Toyota Yaris Hybrid, atau sekitar 60% lebih tinggi.
“Penerapan RUC khusus untuk kendaraan listrik pada tingkat yang lebih tinggi akan membuat kendaraan tanpa emisi membayar lebih banyak daripada kendaraan dengan emisi lebih tinggi,” tulis Tesla.
Senada dengan Tesla, Hyundai juga mempertanyakan dasar kebijakan tersebut. Produsen asal Korea Selatan itu menyoroti perbandingan antara kendaraan hybrid dan kendaraan listrik dari sisi kontribusi pajak.
Hyundai menyebut model seperti i30 dan Kona Hybrid memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 3,9 liter per 100 kilometer. Menurut perusahaan, biaya yang dibayarkan melalui cukai bahan bakar untuk kendaraan tersebut masih lebih rendah dibandingkan tarif RUC yang direncanakan bagi kendaraan listrik.
“Hal ini menciptakan situasi yang tidak masuk akal, ketika kendaraan tanpa emisi dikenakan biaya lebih besar dibandingkan kendaraan hybrid yang sangat efisien,” ujar Hyundai dalam dokumen pengajuannya.
Hyundai juga menilai anggapan bahwa kendaraan listrik hanya digunakan oleh kelompok masyarakat kaya sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Penjualan mobil listrik terus meningkat dan mulai menjadi pilihan bagi rumah tangga umum, terutama ketika harga bensin dan solar mengalami kenaikan.
Menurut Hyundai, pungutan berdasarkan jarak tempuh dapat berdampak pada konsumen yang justru ingin mengurangi biaya transportasi melalui penggunaan kendaraan listrik yang lebih hemat dalam jangka panjang.
Meski menolak pajak khusus kendaraan listrik, Tesla dan Hyundai tidak menentang konsep pembayaran atas penggunaan jalan. Keduanya menyatakan bahwa sistem tersebut dapat diterapkan selama berlaku adil bagi seluruh jenis kendaraan.
Tesla juga mendorong pemerintah Australia untuk menyusun kebijakan nasional terkait pendanaan jalan, bukan menerapkan aturan berbeda di setiap negara bagian. Perdebatan mengenai pajak kendaraan listrik menunjukkan tantangan pemerintah dalam mencari keseimbangan antara menjaga pendapatan untuk infrastruktur jalan dan tetap mendorong peralihan menuju transportasi rendah emisi. (The Driven)
