Strategi Marketing yang Dipercaya Gen Z: AI, Influencer, dan Short Content Mendominasi
Wartamas.com – Gen Z (usia 16–24 tahun) menunjukkan perubahan signifikan dalam cara mereka mencari dan mempercayai informasi. Berdasarkan laporan Digital 2026: Global Overview Report, kelompok ini semakin mengandalkan kecerdasan buatan (AI), influencer, serta konten instan di media sosial yang secara bertahap menggeser peran media konvensional dalam ekosistem informasi global.
Laporan tersebut mengungkap bahwa pengguna internet muda tidak lagi bergantung pada media arus utama sebagai sumber utama berita. Sebaliknya, mereka lebih sering mengikuti influencer, pakar independen, hingga memanfaatkan sistem berbasis AI yang mampu merangkum informasi secara cepat dan ringkas.
Lebih dari seperempat pengguna media sosial berusia 16–24 tahun diketahui mengikuti figur publik atau ahli di platform digital. Dalam tren ini, jurnalis tidak lagi menempati posisi utama sebagai sumber rujukan informasi bagi kelompok usia tersebut.
Namun demikian, laporan ini juga mencatat paradoks menarik: Gen Z justru memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap misinformasi. Kelompok ini, terutama perempuan muda, tercatat sebagai salah satu yang paling sadar akan risiko penyebaran informasi palsu di internet.
Dari sisi perilaku teknologi, penggunaan fitur pencarian berbasis suara dan visual juga meningkat. Sekitar satu dari empat pengguna Gen Z diketahui menggunakan asisten suara seperti Siri atau Alexa setiap minggu. Selain itu, alat pencarian visual seperti Google Lens semakin sering digunakan untuk memperoleh informasi secara cepat dan praktis.
Sementara itu, konsumsi konten video pendek seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels terus mendominasi preferensi mereka. Format ini mengalahkan video panjang dan layanan streaming tradisional dalam hal durasi konsumsi harian.
Perubahan pola ini menandai pergeseran besar dalam lanskap komunikasi digital global. Kecepatan, kemudahan akses, dan format visual kini menjadi faktor utama yang menentukan perhatian dan tingkat kepercayaan audiens muda.
Para praktisi komunikasi dan hubungan masyarakat (PR) dinilai perlu beradaptasi dengan tren tersebut. Pemanfaatan AI untuk memahami perilaku audiens serta optimalisasi konten lintas platform menjadi strategi penting agar tetap relevan di tengah perubahan ekosistem digital.
Laporan Digital 2026 menyimpulkan bahwa transformasi ini bukan sekadar tren sementara, melainkan perubahan struktural dalam cara generasi muda mengakses, memproses, dan memverifikasi informasi di era digital. (PRDaily)
